Budidaya Lebah, Alternatif Pendapatan Dimasa Pandemi Covid-19


Dampak pandemi covid-19 juga dirasakan oleh petani di desa. Anjloknya harga, pembatasan alur distribusi produk, adaptasi sistem pasar yang tidak berpihak kepada petani desa bermuara pada turunnya angka pendapatan petani sehingga kondisi petani di desa semakin memprihatinkan. Produk yang biasa dibudidayakan oleh petani seperti kopi, jagung dan tanaman holtikultura dirasakan tidak lagi mampu menopang hidup petani karena disaat yang sama harga kebutuhan hidup justru melambung tinggi.

Situasi itu juga dirasakan oleh petani dampingan Petrasa yang tinggal di pelosok desa di kabupaten Dairi. Oleh karena itu Sejak Oktober tahun lalu Petrasa bersama petani dampingan khususnya petani kopi melakukan pelatihan budidaya lebah sebagai alternatif pendapatan ditengah-tengah pandemi covid19. 25 orang petani yang ikut dalam pelatihan ini adalah petani kopi yang tertarik untuk membudidayakan lebah sebagai sumber pendapatan baru. Selain itu lebah juga sangat cocok dalam mendukung pertumbuhan tanaman kopi melalui proses penyerbukan.

Salah seorang petani yang juga ikut dalam pelatihan yang dilakukan Oktober lalu yaitu Bapak Tamalia Laia berhasil mengembangkan budidaya lebah dan sukses memberikan tambahan pendapatan baru. Hal itu terpantau ketika staf Petrasa melakukan monitoring tanaman kopi di lahan Bapak Tamalia Laia pada hari Jumat tanggal 13 Maret 2021 yang lalu.

Menurut Bapak Tamalia Laia bahwa sekarang beliau sudah berhasil memanen madu sebanyak 1 botol per hari hasil dari 30 kotak madu yang dibudidayakannya sejak pelatihan bersama Yayasan Petrasa bulan oktober tahun lalu. “Saya menjual perbotolnya seharga 300.000 dan saya sudah memiliki pasar sendiri”, tuturnya. Beliau menambahkan bahwa pembeli adalah masyarakat yang tinggal disekitar desa dan terkadang ada juga pesanan dari kota melalui keluarga. Tidak hanya itu, bapak Tamalia Laia juga menjelaskan bahwa budidaya lebah yang digelutinya sangat membantu perkembangan tanaman kopinya melalui proses penyerbukan.

“Tidak hanya berhasil menambah pendapatan keluarga, budidaya lebah ini juga membantu proses penyerbukan dan sekarang tanaman kopi saya tumbuh lebih baik dari sebelumnya”, tambahnya.

Keberhasilan Bapak Tamalia Laia dalam budidaya lebah diharapkan akan menginspirasi petani lain untuk mengikuti jejaknya dan menggali potensi budidaya lebah sebagai sumber pendapatan baru yang menjanjikan ditengah dampak pandemi covid19 yang belum juga mereda.

Petani kuat, petani mandiri…!!!!